Al Aqsha Memanggil
Ayunkan langkahmu
Luruskan niatmu
Tetapkan azzammu
Janganlah kau ragu
Slamatkan Islammu
Bebaskan duniamu
Hadapi musuhmu
Hilangkan malasmu
Al Aqsha memanggil
Al Aqsha menyeru
Slamatkan Al Aqsha
Slamatkan! Slamatkan!!
Bakarlah smangatmu
Syahid menunggumu
Bebaskan Palestin
Bebaskan! Bebaskan!!
Slamatkan Al Quds yangmulia
Dari cengkraman durjana
Hancurkan Yahudi
Hancurkan! Hancurkan!!
Pastikan langkah sucimu
Bebaskan dunia Islammu
Menang atau syahid
Itu yang kau tuju
saMsuga : “Semangat semangat semangat selamatkan Al Aqsha”
ILMU
Mudah-mudahan ini adalah sebuah efek positif yang saya rasakan setelah melewati bulan Ramadhan hingga pelaksanaan Idul Fitri 1432 H. Tentunya dengan sebuah alasan yang jelas kenapa tiba-tiba saya ingin sekali berjalan di tengah-tengah rel (bukan rel kereta api). Sering sekali kita bersemangat dalam hidup dan keringat kita curahkan dan waktu kita habiskan seakan-akan kita sudah berbuat yang terbaik ntah untuk keluarga maupun untuk sosok yang menjadi tanggung jawab kita atau sosok yang kita cintai dalam hidup ini. Namun semua itu sia-sia ketika pada titik garis finish atau titik tertentu masih ada pertanyaan dalam hati kecil kita “untuk apa saya lakukan ini semua dan apa tujuan saya melakukan ini semua, kenapa saya melakukan ini semua”. Ibarat kita makan sebuah makanan namun kita bertanya apa yang kita makan sedangkan makanan sudah masuk semua kedalam perut kita. Yah itulah fitrah manusia tempatnya salah dan lupa yang mudah-mudahan semua ada hikmah yang bisa diambil.
ILMU, jawaban yang begitu mantap merasuk kedalam relung hatiku yang selama ini sering saya abaikan. Sering kali tujuan ini tidak jelas karena diselimuti dengan nafsu dan angan-angan tanpa mempertimbangkan baik dan buruk sebelumnya. Jika tujuan hambar tentulah niat kita gak karu-karuan, yang pasti hasilnya mengecewakan. Betapa ilmu saya rasakan adalah sebuah pondasi atau alasan yang kuat kenapa saya berbuat. Dengan bekal ilmu dibarengi dengan tujuan yang jelas dan di topang dengan niat yang kuat mudah-mudahan sekecil apapun impian kita bisa terwujud. Amin Belajar befikir sederhana dari orang-orang yang hidup dalam sebuah kesederhanaan.
saMsuga : “Berbekal Ilmu dengan Tujuan yang jelas dan Niat yang benar dan kuat, mudah-mudahan impian bisa terwujud”
N I A T
Amal ibadah tergantung dari niatnya…
Cita-cita bisa berhasil jika niatnya jelas…
Tujuan pasti sampai jika niatnya benar…
Mari bersama-sama kita menata dan melurusk
an niat kita…
Niat benar benar senjata yang sangat ampuh dalam menghadapi kenyataan hidup. Betapa tidak berapa banyak saudara disekeliling kita masih banyak yang berniat namun pudar ditengah perjalanan. Tulisan ini adalah sebuah refleksi niat besar saya dalam sebuah usaha dan sekuat tenaga dan fikiran yang saya gunakan untuk berjuang dan Alhamdulillah berhasil. Sekarang saya bertambah yakin dari semua hal yang kita lakukan apapun hasilnya adalah tergantung dari niat kita. Apakah niat kita sudah benar dan apakah niat kita sudah lurus. Ternyata teori menata dan meluruskan niat yang selama ini saya dengar atau saya baca baru kali ini bisa menancap dalam hati ini dan mudah-mudahan ini adalah sebuah modal ilmu untuk mengamalkannya. Amin. Masih teringat kata kata Ilmu Iman dan Amal. Apa yang kita perbuat harus berdasarkan Ilmu dan harus ada ilmunya jika ilmu itu sudah kita pelajari kita harus mengimaninya, nah untuk mengimani ilmu yang kita peajari inilah yang memerlukan waktu relatif cukup. Kadang kala ilmu yang kita dapat bertentangan dengan teori kita sebelumnya atau berbenturan dengan logika kita. Yang saya rasakan memang pada proses mengimani ilmu sebelum kita amalkan inilah yang menjadikan hati kita perang dan hasil dari proses peperangan tersebut akan menghasilkan ilmu yang diyakini dan akan di amalkan. Oleh karenanya tidak boleh kita menyalahkan seseorang hanya lantaran melakukan hal yang mungkin mereka balum tahu atau ilmunya sebatas itu. Dan yang saya juga yakin adalah orang yang berilmu derajatnya lebih tinggi dengan ahli ibadah, mungkin inilah bentuk penghargaan Allah SWT kepada kita yang mencari ilmu kemudian mempercayainya dan mengimaninya.
Kembali kepada niat, pengalaman saya mengatakan bahwa niat yang kuat kadang datang ketika kita berada dalam sebuah masalah atau keadaan yang terjepit. Misalnya, untuk membelikan baju baru untuk lebaran belum ada padahal lebaran kurang 4 hari. Niat yang kuat itu tiba-tiba muncul tanpa mikir panjang kita bekerja keras semaksimal mungkin gak peduli hari malam atau badan capek untuk mendapatkan sesuatu yang kita butuhkan. Ini hanyalah contoh sederhana dimana masih banyak niat-niat yang lain yang akan mengantarkan kepada tujuan yang kita capai.
Niat adalah solusi masalah, Niat memang berada diawal perjalanan sebuah usaha. Niat yang benar setelah perjalanan kita sampai ditengah-tengah kita harus tetap menjaga dan meluruskan niat karena tidak menutup kemungkinan lingkungan dan waktu atau keadaan yang akan mengoyahkan niat kita. Jikalau kita ditengah perjalanan ada kegagalan kita harus tetap ingat dan berpegang teguh pada niat awal kita. InsyaAllah apapun hasil dari apa yang kita lakukan jika niatan kita benar pasti tidak akan mengecewakan. Selebihnya kekuasaan Allah SWT yang berbicara.
Niat menjadikan kita berani dan niat menjadikan kita semangat dan niat yang benar menjadikan kita ringan dalam menjalani apa yang kita niatkan. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa menjadi pengingat saya ketika niat saya harus diluruskan ditengah jalan. Amin Apapun cita-cita dan tujuan kita tergantung dari niatnya dan tidak salah jika kegagalan menghampiri kita harus ditanyakan kepada niat awal kita. Semoga…
saMsuga : “Kan ku perbaiki semuanya kembali dengan menata niat yang benar”
Menangis
Sampai detik ini saya tidak tahu kenapa saya bisa menangis, air mata tumpah dari mataku yang berbinar. Apakah ketika bersedih saja kita bisa menangis, tetapi tidak sedikit orang yang bahagia juga menangis. Telah kucoba untuk mengigitkan kedua rahang gigi ini untuk menahan air mata yang belinang kepipi namun tak mampu membendungnya. Menangis memang awal dari sebuah kehidupan dan juga akhir dari kehidupan, ketika putriku lahir hal yang pertama ia lakukan adalah menangis dan ketika orang tuaku meninggal lebih banyak tangisan dari sana dan sini yang selalu kudengar. Ya Allah Ya Tuhanku, ampunilah segala dosa-dosa kedua orang tuaku, terimalah di sisimu sebagai sosok yang engkau cintai. Jadikanlah hamba sebagai makhluk ciptaanmu yang bisa mengerti akan makna kehidupan dan bisa mensyukuri nikmatMu. Ku coba menarik nafas panjang dari hidungku tuk lebih berfikir mendalam bahwa sungguh-sungguh isi dari dunia ini adalah sebuah ujian dan cobaan semata. Ya Allah Ya Tuhanku berilah hamba kemudahan, kekuatan dan kesabaran untuk mengarungi kehidupan ini untuk persiapan kembali kepadaMU.
saMsuga : “Nyanyian jiwaku di keheningan malam dalam kerinduan sosok Istri tercinta , Nabila dan Kamila kedua putriku yang cantik“.
Menangislah… agar tangisan itu mampu mengingatkan kita pada hari-hari mati. Yang pastinya datang tanpa bertanya usia.
Salam Rindu buat Guruku
saMsuga : “Ibu Triwit dan Bu Senda Ike, Guru Bahasa Inggris dan Guru Sejarahku, Apapun yang terjadi engkau adalah guruku. Terima kasihku buat amplop putih kecil yang ibu kirimkan buat saya ketika saya dalam keterpurukan“.
Iwan Fals n Anto Baret
![]()
saMsuga : ” Wajah-wajah pemberani yang “kami” segani “
Nyanyian Jiwa
Nyanyian jiwa
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega
Terburai diterjang halilintar
Mata hati
Bagai pisau merobek sangsi
Hari ini
Kutelan semua masa lalu
Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku
Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri oh
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Menjeritlah
Menjeritlah selagi bisa
Menangislah
Jika itu dianggap penyelesaian
Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku
Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri ohoh
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
_________________________
saMsuga : “Mungkin lagu inilah yang bisa mewakili perasaan jiwaku saat ini..“


Komentar