Home > saMsuga > Menangis

Menangis

Sampai detik ini saya tidak tahu kenapa saya bisa menangis, air mata tumpah dari mataku yang berbinar. Apakah ketika bersedih saja kita bisa menangis, tetapi tidak sedikit orang yang bahagia juga menangis. Telah kucoba untuk mengigitkan kedua rahang gigi ini untuk menahan air mata yang belinang kepipi namun tak mampu membendungnya. Menangis memang awal dari sebuah kehidupan dan juga akhir dari kehidupan, ketika putriku lahir hal yang pertama ia lakukan adalah menangis dan ketika orang tuaku meninggal lebih banyak tangisan dari sana dan sini yang selalu kudengar. Ya Allah Ya Tuhanku, ampunilah segala dosa-dosa kedua orang tuaku, terimalah di sisimu sebagai sosok yang engkau cintai. Jadikanlah hamba sebagai makhluk ciptaanmu yang bisa mengerti akan makna kehidupan dan bisa mensyukuri nikmatMu. Ku coba menarik nafas panjang dari hidungku tuk lebih berfikir mendalam bahwa sungguh-sungguh isi dari dunia  ini adalah sebuah ujian dan cobaan semata. Ya Allah Ya Tuhanku berilah hamba kemudahan, kekuatan dan kesabaran untuk mengarungi kehidupan ini untuk persiapan kembali kepadaMU.

saMsuga : “Nyanyian jiwaku di keheningan malam dalam kerinduan sosok Istri tercinta , Nabila dan Kamila kedua putriku yang cantik“.

Menangislah… agar tangisan itu mampu mengingatkan kita pada hari-hari mati. Yang pastinya datang tanpa bertanya usia.

Advertisement
Categories: saMsuga
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.